Juara Umum Kontes Robot Maranatha 2010

Dalam perhelatan Kontes Robot Maranatha 2010 – KROMA 2010, tingkat nasional, yang berlangsung 3-4 November 2010, di Gedung Grha Widya kampus Universitas Kristen Maranatha Bandung; Padepokan Robot NEXT SYSTEM menurunkan satu tim untuk kategori Senior dan tiga tim untuk kategori Junior, yang berasal dari sejumlah sekolah di kota Bandung. Tim robot Vanquish (Senior) – Samuel Christian dan Ricky Disastra, keduanya siswa kelas XI. Tim robot V24 Vantage (Junior) – Michelle Emmanuella (kelas IX) dan Edsel Jeremy (kelas VII), tim NS OneJocelyn Olivia (kelas VII), dan tim Red ArrowFairuuz Xaveria (kelas VII).

Kontes yang digelar Jurusan Teknik Elektro ini, cukup menegangkan, karena tantangan yang cukup sulit dan waktu kontes yang panjang. Setiap tim dituntut untuk mengerahkan seluruh kemampuannya secara maraton. Penilaian dilakukan terhadap banyak aspek, agar benar-benar obyektif. Dimulai dari penilaian terhadap proposal yang disampaikan saat mendaftar, presentasi di depan juri, babak kualifikasi dan babak final, masing-masing terdiri dari tiga tantangan yang berbeda.

Untuk kategori Senior, tim Vanquish berhasil meraih peringkat pertama (Emas). Sementara untuk kategori Junior, tim NS One, V24 Vantage dan Red Arrow, masing-masing meraih peringkat pertama (Emas), kedua (Perak) dan harapan tiga.

Di ajang KROMA 2010 ini, seluruh tim robotik Padepokan Robot NEXT SYSTEM memiliki komitmen untuk tampil dengan robot kreasi sendiri, dengan berpegang pada prinsip “Yang Membuat Pasti Bisa Memperbaiki”.

Tim merancang konstruksi robot dari nol, untuk menjawab tantangan kontes. Robot yang dikembangkan secara gotong royong ini memiliki penampilan yang paling heboh dan eye catching, dan merupakan satu-satunya robot lokal di KROMA 2010. Juga satu-satunya robot yang dilengkapi dengan lengan penjepit aktif, yang mampu menangkap target dengan mengesankan.

Tim NS One yang meraih peringkat pertama kategori Junior, merupakan satu-satunya tim robotik dengan peserta tunggal putri, seorang siswi kelas VII. Raihan yang dicapai Jocelyn Olivia memupus kesan bahwa prestasi robotik adalah milik siswa. Strategi yang diterapkannya mengundang tepuk tangan penonton saat final berlangsung, karena mampu menyelesaikan dua misi dengan skor sempurna.

Satu lagi prestasi tim robotik anak-anak Bandung di ajang kontes robotik yang diikuti oleh 26 tim dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Menjadi sebuah kebanggaan karena mereka berani tampil dengan robot kreasi lokal. Sebuah komitmen langka di tengah serbuan gencar produk robot impor saat ini.