Belajar Mikrokontroler dan Robotika menggunakan Arduino

Merujuk pada judul di atas, tidak salah bila menggunakan Arduino sebagai media untuk belajar mikrokontroler dan robotika. Pasalnya, solusi yang ditawarkan memang cukup mudah, terutama untuk pendatang baru alias pemula.

Dalam pemrogramannya, Arduino menggunakan sintaksis Bahasa C. Hanya saja, struktur utama pemrograman Bahasa C sedikit disembunyikan, agar bisa menawarkan kemudahan. Sebagian besar setting disembunyikan agar pengguna awam tidak ketakutan melihatnya.

Jadi, pengguna bisa mulai memrogram dengan default setting. Inilah kunci kemudahan yang ditawarkan software Arduino!

Bagaimana dengan board Arduino?

Sebenarnya, hardware bersifat opsional. Artinya, kita bisa menggunakan software Arduino untuk memrogram sejumlah tipe mikrokontroler AVR alias tidak harus menggunakan board Arduino.

Dalam kelas pelatihan Pemrograman Mikrokontroler AVR dengan Arduino atau Pemrograman Robotik dengan Arduino, kami menggunakan mikrokontroler AVR ATmega8535, ATmega16 dan ATmega32, yang notabene bukan tipe mikrokontroler AVR yang didukung secara native. Namun, karena software Arduino memiliki lisensi terbuka, maka kita diberikan ruang untuk ngoprek.

Gambar di atas adalah sejumlah robot kreasi anak didik – meraih dua medali emas dan satu perak di Kontes Robot Maranatha 2010 tingkat nasional, menggunakan dua buah mikrokontroler AVR ATmega16 dan diprogram dengan software Arduino.

Jadi, belajar mikrokontroler dan robotika menggunakan Arduino merupakan langkah yang baik, namun jangan terkunci pada board Arduino. Ada pepatah, tak ada rotan akar pun jadi. Asal ada software Arduino, AVR yang mudah didapat di pasaran pun dapat kita gunakan.

Bila kesulitan belajar mikrokontroler dan robotika menggunakan Arduino, silahkan mengikuti kelas pelatihan pemrograman mikrokontroler dan robotika menggunakan Arduino, yang diselenggarakan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.