STM32F0 Discovery Board

Board STM32F0 Discovery akan membantu kita dalam meng-eksplorasi fitur STM32F0 Cortex-M0 serta mengembangkan aplikasi secara mudah.Board ini menyediakan seluruh kebutuhan, baik untuk pemula maupun pengguna tingkat lanjut, untuk memulai secara cepat.

Menggunakan chip mikrokontroler STM32F051R8T6, serta dilengkapi dengan ST-Link/v2 embedded debugging tool, sejumlah LED dan push button.

Cukup banyak contoh yang disediakan oleh pengembang – www.st.com/stm32f0discovery, untuk mendukung evaluasi dan pengembangan secara cepat.

Untuk memrogram, dapat digunakan sejumlah software, seperti Keil MDK ARM, IAR Embedded Workbench for ARM, Atollic TrueSTUDIO, MikroC, Coocox, juga sejumlah software bebas.

Menyediakan hingga 55 I/O, 5 kanal DMA, 1x ADC 12-bit – hingga 16 kanal dengan jangkauan konversi 0 – 3.6V, 1x DAC 12-bit, 2x I2C, 2x USART, dan seabreg fitur lainnya.

Seri STM32F0xx memiliki core ARM Cortex-M0. Untuk bekerja dengan core seperti ini, kit memerlukan library dari pihak ketiga untuk memanfaatkan secara maksimal seluruh fitur yang diusungnya. Alasan sederhananya adalah, core ini memiliki fitur yang sangat kaya dan banyak vendor menggunakan core ini dalam divais mereka. Jadi, untuk standarisasi secara umum, diperlukan hardware abstraction layer. Dalam kasus ini, kita akan menggunakan library CMSIS – Cortex Microcontroller Software Interface Standard.

CMSIS adalah vendor-independent hardware abstraction layer untuk seri prosesor Cortex-M. CMSIS memungkinkan antar muka dan software yang sederhana dan konsisten terhadap prosesor dan periferal, menyederhanakan software re-use, menekan learning curve dan menghemat waktu peluncuran divais baru.

Jadi, sangatlah jelas bahwa CMSIS adalah standard untuk semua divais yang menggunakan ARM Cortex sebagai core CPU. CMSIS akan menolong kita untuk memanfaatkan fitur core seperti DSP co-processing, floating point unit, dll dengan cara yang lebih sederhana. Jadi, CMSIS adalah untuk fitur core.

Bagaimana dengan fitur di luar core CPU?

Setiap vendor menggunakan core Cortex dan membuat divais berbasis ARM dengan menambahkan sejumlah fitur dan periferal di sekitar core. Sebagai contoh, kebanyakan vendor menambahkan periferal seperti USART, ADC, I2C, SPI, CAN, Timers, dll. Periferal ini juga memerlukan driver atau hardware abstraction layer. Jadi, untuk menyederhakan proses pengembangan, vendor spesifik, seperti ST misalnya, menyediakan beberapa peripheral driver library. ST Microelectronics menyediakan sejumlah firmware peripheral driver, jadi kita dapat memasuki aplikasi tanpa kuatir dengan setiap bit pada tingkat register. Jadi, sangatlah jelas, kita “harus” menggunakan dua library : CMSIS dan STM32F0 Firmware Library / Standard Peripheral Driver.

Untuk mendapatkan board STM32F0 Discovery dan mengikuti kelas pelatihan Pemrograman Mikrokontroler ARM, silahkan menghubungi NEXT SYSTEM Robotics Learning Center | ITC Kosambi Ruko F2 | Baranang Siang 6-8, Bandung 40112 | (022) 4222062, (022) 70775874 | email: info@nextsys.web.id | web: http://edukasi.nextsys.web.id